Surat At taubah ayat 18, Allah berfirman yang artinya : “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” Ayat ini secara gamblang menyebutkan bahwa orang yang benar imannya pastilah akan memakmurkan masjid.

Ketika itu ada sahabat yang buta menemui Nabi. Kemudian Ia bertanya : “ Ya Rasul, saya buta. Rumah saya juga jauh dengan masjid. Lantas, haruskah saya mendatangi masjid untuk sholat berjamaah?” Dengan seyum khasnya, Nabi bertanya, “ apakah kamu mendengar adzan?” “Ya.” Jawab sahabat tersebut, “ Jika kamu mendenar adzan, maka datangilah masjid.

Masjid, adalah bukti. Bukti cinta kita kepada Allah dan rasulNya.

Ada riwayat yang bermakna, “Barangsiapa yang berangkat ke masjid dia tidak menginginkan kecuali untuk belajar sesuatu kebaikan atau mengajarinya maka baginya adalah seperti pahala orang yang beribadah haji dengan sempurna.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Albani).

Riwayat lain disebutkan, “ Barangsiapa melangkahkan kakinya menuju masjid, maka langkah pertama menghapuskan dosa dan langkah berikutnya menaikkan derajatnya di sisi Allah.” (Hadis Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban).

Riwayat dari Imam Muslim  yang berbunyi, “ Barangsiapa melaksanakan sholat Isya’ berjamaah di masjid , maka ia seperti melaksanakan sholat  separuh malam.” dan “Barangsiapa sholat subuh   berjamaah di masjid, maka ia seperti melaksanakan sholat  semalam suntuk.