Ikut Workshop Advance Klinik Hypnotherapy seperti masuk Laundry Room

Ikut Workshop Advance Klinik Hypnotherapy seperti masuk Laundry Room

Tulisan berikut adalah tulisan Ibu Dewi Dewo,  salah satu peserta Workshop Advance Klinik Hypnotherapy yang di adakan oleh School of Mind Reprogramming atau www.mind-reprogramming.com yang diadakan bulan Maret 2010 lalu, yaitu ol

2 weekend lalu, bertrurut-turut, saya menjadi peserta workshop Advance Clinical Hypnotherapy. Kalau dipikir, gila juga nih, kok rela sih kehilangan 2 weekend? Apalagi belakangan ini pekerjaan di kantor juga menuntut saya merelakan akhir pekan saya dengan tugas di luar kota.

Buat saya, weekend berarti ‘Me-Time’. Me going to the spa dimana saya bisa memanjakan diri dipijat sambil relaks. Atau, Me going to my beauty salon menjalani meni-pedi, creambath supaya tetap cantik (eheem!). Atau, Me jalan-jalan ke mall. Santai aja sama anak yang udah gede-gede sekedar cuci mata, atau ngupi-ngupi sambil rumpi sama teman-teman (yang ini khas banget pilihan cewek!).

Tapi, nggak apa-apa deh 2 week end tanpa Me-Time yang lama-lama terasa ‘gitu-gitu aja’. So, why not mengisi Me-Time dengan belajar advance hypnosis di School of Mind-Reprogramming. Saya percayakan kepada alam bawah sadar bahwa di kelas yang super-serius ini saya juga akan menemukan aktivitas pengganti yang asyik sebagai pengganti kegiatan yang mulai terasa a bit boring itu.

Yup, ternyata saya memang menikmati sekali 2 Sabtu dan 2 Minggu terakhir kemarin. Bahkan, tepatnya harus saya ungkapkan sebagai: sangaaat saya nikmati (dalam skala 1 – 10, ada di angka 9 tuh!). Dan sangat saya syukuri hasil kegiatannya. Mau tahu? Itu, lho …. aktivitas di dalam “Laundry Room”.

Untuk memahaminya, begini … mulailah dengan mengubah sikap duduk Anda saat ini dengan sikap yang sangat relaaaaks … dan hadirkan bayangan sebuah kelas workshop. Lebih baik lagi kalau yang Anda bayangkan adalah kelas dimana Pak Arif dan kawan-kawan mengajar. Boleh Anda hadirkan Pak Arif di sana, berdiri sambil berbicara, sesekali menghampiri white board dan menuliskan kata-kata. Sudah bisa Anda bayangkan? Good … kini lengkapi imajinasi Anda itu dengan kursi-kursi, dimana para peserta workshop duduk terpana, sedikit trance mungkin, mendengarkan. Gaya para murid boleh dibayangkan secara bebaslah. Boleh juga Anda sertakan diri Anda dalam bayangan itu … Nah, para pengajar SOM ini punya mantra sakti yang akan diucapkan setiap mereka selesai mengajarkan suatu teknik tertentu. Kata-katanya .. “Paham? Mengerti? Ya .. kalau sudah paham, sekarang lakukan!”

Dengan mantra seperti itu, apa yang terjadi? Peserta yang trance akan kembali ke gelombang beta. Yang tidak (mau mengaku) trance akan mulai toleh kanan-toleh kiri mencari pasangan. Ya, betul … kata-kata tadi merupakan instruksi untuk latihan, mempraktekkan apa pun yang baru selesai dijelaskan!

Ini memang hal yang saya tunggu-tunggu. Exercise .. latihan … praktek. Menguji apakah otak saya tumpul atau tidak dalam mengikuti pelajaran? Masak udah bayar mahal-mahal nggak ngerti? Waduh, rugi dong! Tunggu .. tunggu sejenak sebelum Anda menganggap saya peserta yang OGI (Ogah RugI) atau matre alias materialistis alias setiap rupiah yang dibayarkan harus memberikan hasil sepadan. Bukan, lebih tepatnya adalah karena saya memang seorang pembelajar yang serius. Agak-agak ambisius, mungkin. Hehehehee … boleh dong?

Whatever, saya sangat menyukai sessi latihan bersama karena di kelas seperti ini, karena saya akan mendapat juga kesempatan untuk memberes-bereskan segala hal yang kusut dalam pikiran saya. Dari sekedar berlatih teknik self-hypnosis, saya jadi tahu bagaimana sih rasanya masuk ke kondisi trance. Dari latihan perceptual position, saya punya kesempatan untuk membereskan pikiran negatif yang memenuhi pikiran dan emosi saya yang mungkin saja sehari sebelumnya sempat kesal akibat adu argumentasi kuat dengan rekan kerja di kantor. Dan, banyaaaak lagi.

Tak jarang sessi latihan ini membuat saya menangis. Dari yang sekedar bercucuran air mata, sampai yang terisak-isak. Tapi, kalau sesudahnya hati terasa ‘plong’, it’s worth laaah. Nah, exercise semacam ini saya umpamakan mencuci baju. Bisa juga exercise minus air mata, yang hasilnya mengubah pikiran yang semula bimbang dan kusut berubah jadi jernih melihat persoalan. Yang ini kan mirip proses dry clean. Jadi, tak salah dong kalau saya umpamakan ruang kelas kami sebagai Laundry Room. Semua sibuk mencuci pikiran, membersihkan diri dari emosi negatif masing-masing. Sesudahnya semua terasa ringan .. dan relaaaaks! Dahsyat!

Lebih dahsyat lagi kalau kesempatan me-laundry diri ini dilakukan oleh pengajarnya (yang tentunya sudah punya jam terbang tinggi sehingga hasil cuciannya pasti lebih bersih). Misalnya ketika di weekend pertama saya maju merelakan diri menjad’baju kotor ‘yang akan dicuci oleh Pak Teddy Prasetya dalam mencontohkan teknik induksi memakai pengalaman trance sebelumnya.

Saya sengaja minta perasaan “I Hate Mondays” yang belakangan ini mengusik saya (kembali) dicuci bersih. Yup … easily and successfully done! Dan hebatnya ada bonusnya pula! Baru belakangan saya sadar bahwa Senin minggu lalu saya bukan hanya bisa berangkat ke kantor dengan perasaan ringan, tapi sakit yang muncul di dada saya pun raib! Padahal, sebelumnya saya sudah kecil hati membayangkan saya harus berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, atau bahkan spesialis jantung!

Selain rasa sakit di dada, sebetulnya kekuatiran ada yang tak beres di jantung saya juga diperkuat oleh nafas saya yang sejak setengah tahun belakangan menjadi pendek-pendek, bahkan mudah tersengal-sengal kalau saya naik tangga. Alhamdulillah, sejak kemarin, nafas saya kembali normal, dan bahkan setelah dengan sengaja saya tes menaiki tangga di tempat workshop, wow .. saya tidak lagi terengah-engah. Nafas menjadi biasa dan normal ini terjadi setelah kemarin menjalani latihan “Forgive Others” technique. Memang, figure ‘Other’ yang saya hadirkan dalam sesi cuci baju ini adalah some one important in my life (ehem .. ehem, nggak usah tahulah yaaa siapa orangnya)!

Susah mengingat satu demi satu baju kotor mana saja yang sempat saya cucikan di Laundry Room milik SOM selama 2 akhir pekan kemarin. Tapi, 1 perubahan yang menakjubkan dan hasilnya langsung disaksikan oleh teman-teman sesama peserta adalah: Saya bisa menyanyi lagi!

Hm, menyanyi … apa istimewanya bisa menyanyi? Memangnya kamu Agnes Monica (ini ledekan teman-teman sekelas)? Justru itu, saya sadar bahwa suara saya tak ada apa-apanya dibandingkan Agnes Monica. Jauuuuuh! Dibanding anak TK pun saya tak pantas karena menyanyikan lagu ‘ Balonku’ saja tak mampu . Sudah berbelas tahun saya tidak bisa nyanyi karena suara saya tidak bisa keluar dalam permainan nada yang berubah naik turun. Saya hanya bisa mengeluarkan nada rendah dan datar di kerendahan itu.

Kalau ada pesta kantor, dan saya kena hukuman menyanyi, saya pilih disuruh berjoget saja sebagai gantinya. “Maap, saya nggak bisa nyanyi .. lha batuk aja fals, apalagi nyanyi?” begitu kelèsan saya setiap kali dipaksa menyanyi.

Tak bisa menyanyi sungguh menyiksa buat saya yang punya suami dan adik-adik ipar yang berhobi main musik. Kalau ada acara keluarga, dan kakak beradik berkumpul (mereka 6 bersaudara, laki-laki semua dan punya alat musik komplet layaknya sebuah band), bisa dibayangkan bagaimana ipar-ipar cewek saya dan anaka-anak serta keponakan asyik menyanyi seperti di karaoke lounge. Saya cuma bisa duduk dengan perasaan iri. Pernah sekali dua kali coba bergabung, hasilnya cuma diteriaki “ Boooooo …!!”. Ya sudahlah, saya (pura-pura) sibuk saja di dapur. Ciaaaaaan, deh lu!

Tapi, sejak kemarin saya bisa bernyanyi lagi! Ini hasil yang luaaaarrr biasa setelah saya melewati sessi cuci-mencuci untuk latihan Mind-Body Connection yang diajarkan dokter Rahmat. Entah kenapa, waktu dibacakan mantra latihan saya langsung menjawil rekan peserta Bayu Murti (alias BM) yang berprofesi sebagai Public Speaker dan Trainer. Tentu Anda semua juga paham bahwa ‘tidak ada yang kebetulan dalam hidup kita ini’ bukan. Bukan hanya melalukan Mind-Body Connection, rekan saya BM yang mengerti olah vokal juga mengajarkan teknik mengeluarkan suara yang benar untuk menyanyi. Hal yang sudah lama tidak pernah saya lakukan. Kalau sebelumnya peserta terpingkal-pingkal mendengarkan saya mencoba menyanyi “Balonku”, setelah di-dry clean mereka menjadi saksi mata saya bisa menyanyikan “Oh, ibu dan ayah selamat pagi ….”, disusul Edelweiss. Amazing … Saya bisa menyanyi!

Saat lunch time, saya menjajal apakah suara saya benar-benar bisa dipakai menyanyi, bukan hanya dalam Laundry Room. Maka di Coffee Shop saya coba menyanyi Indonesia Raya ….. dan tetap bisa. Hari Senin , Selasa sesudahnya saya cek lagi di kamar mandi .. ternyata guyuran air terasa lebih segar karena saya mandi sambil menyanyi “Thank you for the music, the songs I’m singing … thanks for all the joy they’re bringing ……”

Thank you Laundry Room, thanks dokter Rahmat, thanks SOM, and special thanks for BM too! But most of all .. Thanks God!

Artikel Lain :

Twitter Digg Delicious Stumbleupon Technorati Facebook
Pencarian : klinik hypnotherapy surabaya (10), hypnosis spa bandung (10), klinik hypnotherapy (9), hypnotherapy surabaya (5), one klinik (5), klinik hypnotherapy di bandung (5), klinik hypnotherapy di jakarta (4), klinik hypnotherapy jakarta (4), Dr dewi spesialis hypnotherapy (3), klinik hypnotherapy bandung (3), klinik hypnotheraphy (2), laundry (2), clinic hypnotherapy surabaya (2), kilinik hypnotherapy (2), klinik hipnotherapy (2), jadwal workshop advanced hypnotherapy di Surabaya (2), spa hypnosis di bandung (2), spa hypnosis bandung (2), klinik hypnotheraphy Surabaya (1), hypnotherapy di bandung (1)

7 Responses to “Ikut Workshop Advance Klinik Hypnotherapy seperti masuk Laundry Room”

  1. Salam kenal Mas Tontowi, kalau dah jago hipnotherapi bisa menghipnotis klien biar deal ngak??

  2. apakah sudah banyak yang bisa merasakan manfaat dari hypnotherapy ?
    harga motor´s last blog ..Bajaj Pulsar My ComLuv Profile

  3. apa sudah banyak yang paham tentang hypnotherapy??

  4. saya pgn ikutan acara seperti ini, karena banyak manfaat yang akan saya dapatkan pastinya, btw dimana nech tempatnya gan??surabaya ada cabangnya ga??thanks b4
    Universitas Jember´s last blog ..D3 AP-B UNEJ 2004_PKL BaLi My ComLuv Profile

  5. aku juga concern banget ama masalah kejiwaan… udah banyak banget ak baca buku hipnotis dan hipnoterapi. manfaatnya emank dahsyat banget
    Gusti´s last blog ..10 Burung Cendrawasih Dengan Bulu Paling IndahMy ComLuv Profile

  6. ikutan ahh, biar jago hipnoteraphy…hheheh

  7. Belajar hipnotis asik ngga,…mau ikutan tapi ngga adfa gurunya sih…apes
    Elcid´s last blog ..Fuego Service Menu CodeMy ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes